Situs Agen Judi Online Terpercaya

Jumat, 12 Agustus 2016

Presiden Flipina perintahkan militer untuk habisi Abu Sayyaf

Presiden Flipina, Rodrigo Roa Duterte


Berita Aktual terkini - Keberadaan terroris belakangan ini memang sudah kian memprihatinkan warga di berbagai negara, terutama adalah keberadaan terroris di Timur tengah yang sudah cukup terkenal dengan gerakan Islamic State of Iraq and Syria. Di Asia sendiri, keberadaan terroris juga kian membanyak seperti di Negara Indonesia dan Flipina. Di Indonesia sendiri pemerintah sudah bertindak cepat untuk menangani keberadaan terroris seperti mobilisasi cepat pada aktifitas yang dicurigai sebagai terorisme dan meningkatkan keamanan negara.

Lalu bagaimana dengan Flipina? pada kamis, 11 Agustus 2016 kemarin, Presiden Flipina, Rodrigo Roa Duterte memberikan pernyataan dalam pidato nya di pangkalan Militer Zamboanga, Mindanao, Flipina Selatan bahwa penduduk di bagian selatan Flipina tersebut adalah mayoritas muslim dan mudah terpengaruhi oleh ISIS apabila langkah tegas tidak segara dilakukan.

"Hancurkan mereka, itu adalah perintah!" tegas Duterte. Duterte sendiri mengatakan bahwa Abu Sayyaf berbeda dengan pemberontakan muslim lainnya yang ada seperti Front Pembebasan Bangsa Moro (MILF), Abu Sayyaf hanyalah sekumpulan bandit yang menggunakan topeng Militan untuk melakukan aksi nya dan membunuh warga sipil tanpa alasan dan tidak memberikan kesempatan untuk bernegosiasi. "Kelompok ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus berkeliaran melakukan aksi penculikan dengan bebas, penanganan cepat sangatlah dibuthkan," lanjut Duterte.

Duterte mengungkapkan, "Jika masalah ini tidak ditanggapi dengan cepat, dalam kurun waktu 3 sampai dengan 7 tahun Flipina bakal menghadapi masalah terorisme yang serius seperti ISIS." Duterte yang baru saja dilantik menjadi Presiden Flipina pada 30 Juni yang lalu ingin segera menepati janji nya pada kampanye nya yang lalu sebelum menjadi presiden untuk menangani kasus kasus penculikan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

Duterte sendiri akan menjadwalkan agenda kasus penculikan oleh Abu Sayyaf ini setelah perang terhadap narkotika dan reformasi birokrasi sudah mulai berjalan. "Akan tiba saatnya bagi saya untuk berhadapan langsung dengan pemimpin kelompok itu, Abu Saffay sendiri," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar