Situs Agen Judi Online Terpercaya

Jumat, 19 Agustus 2016

Kenaikan harga rokok dapat memicu peredaran rokok illegal

rokok illegal

Berita Harian Terkini - Kebutuhan rokok dimasa sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi 70% lebih masyarakat di seluruh Indonesia. Hampir semua masyarakat di Indonesia sudah merokok baik dari anak kecil hingga lansia. Belakangan ini pemerintah mengeluarkan peraturan menaikkan harga rokok hingga 50rb per bungkus, peraturan ini diberlakukan untuk menekan jumlah perokok yang kian hari kian menambah.

Namun peraturan ini juga mendapat kritik dari Direktur Institute of Economics (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk mengendalikan rokok akan gagal jika kenaikan harga mencapai puluhan persen, masyarakat pasti akan mencari rokok illegal dari peredaran. Sebagai contohnya adalah negara Singapura yang kewalahan menghadapi peredaran rokok illegal.

"‎Saya sengaja ambil Singapura karena di antara negara tinggi. Di situ saja, ketika terjadi kenaikan cukai yang terlalu masif menimbulkan rokok ilegal," ungkap Enny. ‎"Kalau misalnya dinaikkan secara masif dengan tiba-tiba puluhan persen, naik Rp 50 ribu, apakah urgensi cukai tercapai atau tidak? Itu yang diperhatikan‎," kata dia. Sebenarnya harga rokok Indonesia yang dikategorikan murah itu tidaklah benar, untuk menakar harga seharusnya pemerintah menimbangnya dengan daya beli.

"Artinya ketika kenaikan tidak diperhitungkan hanya harga. Apakah rokok Indonesia murah? Tak bisa hanya nominal, Singapura Rp 50 ribu.‎ Karena persoalan daya beli masyarakat," ungkap Enny. Dia juga mengatakan bahwa 70-80 persen biaya produksi rokok dihabiskan dengan biaya diluar produksi seperti biaya pajak dan cukai. Kenaikan harga rokok ini juga bisa mempengaruhi industri industri rokok dan menurunkan kesempatan lowongan kerja bagi masyarakat, hal ini juga harusnya diperhatikan oleh pemerintah kita yang bodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar